Part 15 Diliriknya Arda yang tersenyum pada Hanna, entah dia senang atau tidak mengingat Bara tidak pernah tau jika sudah berhubungan badan dengan Hanna. ‘’janinnya masih snagat rentan, tolong pak sebagai suami dijaga istrinya’’ ‘’iya dok’’ ‘’pola makannya juga ya, saya kasih vitamin’’ ‘’terimakasih dok’’ ‘’silahkan cek up sesuai jadwal, bila ada keluhan atau masalah langsung dibawa kerumah sakit’’ ‘’baik dok, terimakasih’’ Mereka keluar dari ruangan itu, Hanna bahagia dan juga sedih, dia takut Bara tidak menganggap bayi dalam rahimnya ini. ‘’hey kenapa nangis?’’ ‘’aku bahagia Ar’’ ‘’aku turut bahagia ya, kamu harus kasih kabar bahagia ini ke suami kamu’’ Hanna terdiam, tidak tau harus mengatakan apa. ‘’ada apa?’’ ‘’aku tidak tau?’’ ‘’maksud kamu?’’ ‘’kamu tidak akan menger

