Part 27 ‘’laki laki b******k, sudah puas kau membuat Hanna menderita, aku ingin sekali membunuhmu melihat Hanna selalu menangis dengan sikap dan perbuatanmu itu’’ ‘’sudah, ini rumah sakit’’ Syanas mencoba meredakan emosi Arda sedangkan Bara, dia sudah tersungkur karena pukulan keras dari Arda yang langsung membuat pipinya memar dan bibirnya berdarah. Beruntung dokter keluar dari ruangan gawat darurat memubuat emosi Arda menghilang, dia langsung menuju dokter dan menanyakan kondisi Hanna. ‘’maafkan kami’’ ‘’apa maksud dokter’’ ‘’sudah sering dokter Syela memperingatkan ibu Hanna akan kandungannya yang rentan, dia terlalu banyak pikiran dan stress penyebab utama janinnya tidak bisa kami selamatkan, ibu Hanna masih dalam pengaruh obat dia kehilangan banyak darah, tadi sepat terjadi pen

