"Raskal?" "Lah, Bi?" Abi menatap dengan bingung sosok lelaki di hadapannya. Terlebih dengan siapa Raskal datang. Abi menekan bibir bawahnya, melirik perempuan dengan dress warna gelap yang memeluk tubuhnya. Renat. Ia tampak cantik malam ini, terlebih dengan rambut sepundak menggemaskan. Dan dengan cepat, emosi berkumpul di dalam kepala Abi. Mengapa harus Renat yang Raskal pilih? Mengapa Raskal tidak pernah puas terhadap apa yang pernah ia lakukan dulu kepada Abi. Secara terang-terangan, Abi mendengus sambil membuang muka. Menyuguhkan tawa hambar pada Raskal. Abi menahan emosinya. Dia sadar dimana dia berada malam ini. Keberadaan Nadine, Haruka, dan adik-adiknya terpaksa membuat Abi harus menahan kendali atas dirinya sendiri. Jika tidak, mungkin layangan sebuah tinju akan kembali meluka

