Renat menatap takut-takut pintu kamar tempat Abi dirawat. Tapi ia tidak mau mundur lagi walaupun ia bisa. Ah, jantungnya seperti akan terlepas dari tempatnya. Renat menggeleng pelan, menarik napas panjang sebelum akhirnya menyentuh knop pintu dan membukanya. Lagi-lagi Renat menemukan Haruka di sebelah Abi. Abi sendiri tampak diam fokus menatapnya, membuat Renat sedikit gelagapan dan membuang muka ke arah Victor dengan Judith yang tertidur pulas di sebelahnya. "Re," kata Abi pelan, Renat mengalihkan pandangannya cepat dan tersenyum tipis pada Abi. Pelan, Renat mendekat. "Hai, Bi," ujar Renat berusaha mengendalikan suaranya. Abi balas tersenyum dengan wajahnya yang tidak lagi sepucat kemarin. Laki-laki itu sudah terlihat lebih segar. Karena tahu akan kebingungan Renat, Abi segera mengamb

