Bian telah tiba di rumah tempat dia dibesarkan. Rumah milik keluarga Ibunya, tapi sekaranh ditempatk orang lain. Dia pun menatap rumah tingkat dua model classic dengan empat pilar-pilar tinggi yang terlihat kokoh berwarna putih. Terdapat enam buah jendela besar menghiasi dinding rumah yang semakin membuat tempatnya tinggalnya dulu terlihat begitu mewah. Halaman rumah yang kehijauan dengan berbagai macam pepohonan rindang membuat rumah semakin asri. Teringat saat masa kecilnya berlari-lari di taman rumahnya ditemani Angela, Mamanya. Menurut Bian, Angela merupakan seorang ibu yang nyaris sempurna. Wajah Angela yang merupakan blasteran Indonesia-Belanda semakin melengkapi kecantikannya sebagai seorang wanita. Angela, wanita lemah lembut yang tidak pernah memarahinya. Akan tetapi semuanya

