"Kenapa kamu tidak cerita padaku ?" Tanyaku. "Tidak usah pura-pura tidak tau kamu ! Kalian berdua sama saja brengseknya! Lebih baik kalian pergi dan menjauh dari Pelangi ! Atau memang itu salah satu bagian dari rencana kalian berdua untuk kembali menyakiti Pelangi ?" Kata Dito sambil menunjuk ke arahku. "Kamu masih berharap pada Pelangi ?" Tanyaku dengan penuh rasa kesal karena Dito terus-terusan ikut campur. "Tentu !" Jawabnya mantap yang langsung membuatku berdiri dari posisiku yang sempat tersungkur. "Perasaanku masih sama pada Pelangi. Sedikit saja celah akan kuambil Pelangi darimu." Kata Dito lagi, kali ini dengan penuh keyakinan, dan sungguh menaikkan emosiku. Kuhampiri Dito untuk menghajarnya. Pertengkaranpun tidak terelakkan, kami saling memukul satu sama lain, bahkan sesekal

