“Kau mau memberinya kebahagiaan atau neraka dunia?” Justin memukul tembok saat perkataan Bryan kembali mengusiknya. Hidupnya memang mengerikan. Hanya ada pembunuhan dan balas dendam disana. Dia tidak mau anaknya mengalami masa kecil seperti dirinya dulu. Untuk pertama kalinya dia berpikir dari sudut pandang yang berbeda. Apakah jika Maura dan ibunya tidak datang ke keluarganya, kedua orang itu masih hidup dan bahagia menjalani hidup mereka sampai sekarang? Mereka ibu dan anak yang sederhana, yang selalu bersyukur atas apa yang mereka dapatkan dalam hidup. Dan sekarang, apakah jika dia memaksakan Rose bersamanya malah dia akan membawa wanita itu pada kematian? Seperti Maura dan ibunya. Apakah dia akan membuat anak anaknya nanti tumbuh dalam kesepian seperti dirinya karena kekhawatiran

