“Ar-nold?” panggil Rose ragu. Dia mengangkat tangannya untuk menyentuh wajah yang sudah sangat lama tidak dia lihat secara nyata. Tangannya menyentuh wajah hangat pria itu dan tangan pria itu sekarang menangkup di tangannya. “Apa kabar sayang?” sapa Fernando sambil tersenyum. “Ini.. ini benar benar kamu?” tanya Rose sambil berusaha bangun dan Fernando membantu Rose untuk duduk. “Hati hati sayang, nanti lukamu bertambah parah” kata Fernando lembut. Air mata Rose mengalir saat mendengar suara hangat yang dulu selalu menentramkannya. Dia menghambur ke pelukan pria itu. “Kupikir.. Kupikir kau sudah mati!! Kau tidak pernah kembali” kata Rose di tengah isakan tangisnya. “Mengapa kau tidak menungguku?” tanya Fernando sambil membelai punggung Rose. “Aku selalu menunggumu. Aku selalu menunggu

