Ify hanya memandang datar entitas yang akhir-akhir ini selalu berada di sekitarnya. Laki-laki itu duduk dengan senyum lebar, belum menyadari bagaimana ekspresi Ify saat memandangnya. "Maaf, saya telat karena ada kendala sedikit tadi di kantor," ucapnya sambil mendudukkan diri di kursi seberang Ify. Suasana kafe tidak terlalu ramai karena belum memasuki jam makan malam. Malah lebih ramai jalanan di luar karena waktu jam pulang kantor. Tak mendapatkan jawaban, Rio kemudian mendongak, menatap Ify yang juga tengah menatapnya tajam. Merasa aneh karena mendapat tatapan tak biasa, Rio kemudian bertanya. "Ada yang salah dengan saya, Fy?" Ify bergeming. Membuat Rio menggaruk tengkuknya bingung, hingga beberapa saat kemudian dia melotot. "Maaf maaf, saya sebenarnya mau menjemput Atan, tapi sa

