Yuka menuntun Ruby hingga duduk di sebelah Rindu. Posisinya tepat di hadapan Zaki. Seorang art menghampiri Yuka sambil menggendong Safiyah yang sedang menangis. “Eh, Safiyah sudah bangun.” Yuka menoleh ke belakang ketika mendengar tangisan bayinya. Ia pun segera mengambil alih Safiyah dari gendongan art-nya. “Saya permisi dulu ke kamar,” Yuka berpamitan dengan sopan sebelum pergi meninggalkan tamunya. “Iya, silahkan.” Syarifah menjawab, sementara keluarganya yang lain mengangguk. Kini, terjawab sudah kebingungan Zaki. Ternyata, bayi yang tadi pagi digendong oleh Ruby di taman adalah keponakan dari calon istrinya. “Ada saja cara seseorang bertemu dengan jodohnya,” gumam Zaki dalam hati. Ia tak pernah menyangka sebelumnya, jika gadis imut yang dulu pernah ia gendong sewaktu masih berusia

