Fikri tetap tersenyum, meski hatinya terluka. Ia hanya ingin melihat Yuka bahagia, walau bukan tanpanya. "Apa kamu mengundurkan diri karena paksaan?" Yuka melirik Aron yang tengah memandangnya, sedetik kemudian Yuka menunduk sembari meremas jemarinya sendiri. Yuka ingin memberi Aron kesempatan lagi. Semua ini ia lalukan demi anak yang ia kandung. "Ini kemauanku sendiri, Mas." "Kalau kamu memang ingin mengundurkan diri, tidak apa-apa. Kamu tidak perlu membayar denda." mana mungkin Fikri membebani wanita yang sangat di cintai. Namun, sayangnya tak dapat ia miliki. "Beneran, Mas?" Yuka tersenyum ceria. Rasa sesak di dadanya sirna begitu denda yang terus berputar di kepalanya lenyap. Uang sebanyak itu jika digunakan untuk membeli beras, sudah dapat 700 karung beras. Yuka tak menyangka, jika

