“Mengapa kamu kemari? Bukankah kamu sudah punya pengayom?” tanya Fadhil sekali lagi. Nada suaranya masih saja sedingin es. Kilasan peristiwa Renata digandeng mesra oleh bapak-bapak berbadan gendut berkelebat kembali di benak Fadhil. Betapa manja Renata bergelayut di lengan lelaki itu, lalu mencubit perut gendut si lelaki dengan gaya yang genit. Pergelangan tangan yang digunakan Renata untuk mencubit dilingkari gelang emas berhias batu berkilau. Pastilah gelang itu didapat oleh Renata dari lelaki gendut yang menjadi pengayomnya. Teringat gelang, mata Fadhil langsung melirik lengan Renata yang bertumpu di dadanya. Tangan itu kini polos tanpa perhiasan, bahkan tulang tangan itu terlihat menonjol saking kurusnya. “Aku—aku sudah tak menjadi kesayangan Pak Yono lagi, Mas,” jawab Renata lir

