Suka Menjadi Duka

2867 Words

"Mana?" Nabila, Upik, Ammar, dan juga Bastian terheran-heran. Mereka datang ke lobi seperti janji semalam tapi tak melihat Adamas ataupun Chayra. Nabila menghubungi Chayra. Saat panggilan keenam baru diangkat. Terdengar isak tangis yang tampak tertahan. Nabila menahan nafas saat mendengar kabar itu. Wajahnya mendadak pucat. Teman-temannya menatap dengan heran. "Kenapa, Bil?" Ia menahan getaran di dalam dadanya sendiri. Masih berusaha mengingat apa yang dikatakan Chayra. Perempuan itu terbata-bata mengatakan kalau keluarga Adamas mengalami kecelakaan. Tampaknya parah. Meskipun belum ada kabar apakah meninggal atau tidak, namun Chayra sepertinya punya firasat buruk tentang hal itu. Ia dan Adamas sedang kalut. Mereka menunggu penerbangan dadakan dari Ankara menuju Jakarta. Mendadak pulang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD