Rasanya baru kali ini, sajadahnya basah karena air mata. Mungkin selama ini, ia sibuk mengutuk, mencaci, dan lupa kalau sesungguhnya segala sesuatu juga bisa terjadi karena kesalahan diri. Bukan semata-mata karena takdir. Dan lagi..... "Kalo kita melihat sesuatu dari sisi negatifnya, mungkin kita gak akan pernah tahu bahwa ada kebaikan yang dibawa di dalamnya, Mar." Itu bukan nasehat dari Chayra tapi dari Adamas. Ammar kan memang lumayan dekat. Apalagi Adamas juga tahu kalau Ammar itu adalah teman baik Chayra. Adamas pernah menanyakan kepada Chayra kenapa pertanyaan-pertanyaan Ammar itu terdengar seperti orang yang tak pernah bersyukur, membenci Tuhan bahkan mungkin terasa sangat ganjil. Padahal yabg ia tahu itu Ammar dari namanya sudah menunjukan keislaman. Nama Ammar sendiri berarti ya

