Pagi-pagi sekali Ammar sudah menghilang. Bastian bahkan baru menyadari ketidakhadirannya di kamar saat usai mandi dan merasa kalau ruangan yang besar itu mendadak lengang. Ketika membuka grup di dalam ponsel, ia baru membaca pesan dari Ammar. Lelaki itu mencari seseorang yang entah siapa, Bastian juga tak tahu. Ammar tak menjelaskan sama sekali. "Terakhir saya ke rumahnya itu di sana. Tapi kurang tahu kalau sekarang, Mas. Anta mungkin bisa ke alamat yang saya kasih itu. Kalau ternyata tidak ada di sana, nanti hubungi saya aja." Ammar mengiyakan. Ia mengucapkan terima kasih kemudian menutup teleponnya. Ammar sudah menunggu di lobi. Menunggu taksi pesanan yang akan mengantarkannya ke suatu tempat di mana teman Pak Haji itu tinggal. Meski tidak tahu pula apakah masih tinggal di sana atau t

