Ally menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi. Menarik napas berulang kali, lalu mengembuskan seolah ia ingin melatih napas di saat hati gadis itu dilanda kecemasan. Sekarang pukul sepuluh malam dan ponsel Ally tidak pernah berhenti bergetar, sejak empat jam lalu. Hingga akhirnya, gadis itu tidak tahan lagi, ia pun menggeser icon telepon berwarna hijauh. Menjauh sesaat kemudian menerima panggilan tersebut, dari kejauhan. "Kau tidak mengangkat teleponku dan pergi, tanpa meminta izin." Suara bariton di seberang sana menyambut Ally, sedetik setelah gadis itu menempelkan benda persegi tersebut di telinganya. "Apa kau sengaja melupakan peraturannya?" Ally menggigit bibir bagian bawah. Sudah jelas ia mampu menebak apa yang akan dikatakan Harry. "Aku hanya menemui ibuku." "Apa kau tahu m

