Ally terbangun dari tidurnya, saat indera peraba gadis itu terasa seperti sedang disentuh. Matahari secara malu-malu mengintip di balik jendela. Entah jam berapa sekarang, Ally sungguh tidak peduli ketika tahu siapa yang berada di hadapannya. Tangan itu menyentuh pipi kanan Ally. Seuntai senyum memberikan kehangatan pada hatinya yang dingin. Tatapan mereka saling beradu, hingga beberapa detik berlalu. Ally teramat menyukai sentuhan sederhana tersebut, sehingga memutuskan untuk meyentuh punggung tangan pria itu. "Kau akan menyusulku?" tanya Ally, sambil mengusap punggung tangan tersebut. "Aku tahu kau pasti memiliki alasannya, Harry." "What are you talking about?" tanya Harry, sambil melepaskan tangannya dan menimbulkan keterkejutan di diri Ally, hingga meraih kesadaran. Ally membuka k

