PoV Nadira
matahari sudah terbit siap menyinari bumi ,
kulihat sinar matahari yang menerobos pada sela sela jendela yang tertiup angin pagi ,
ku lihat sekitar , dan baru ku sadari bahwa semalam aku tidur di kasur , dan ku lihat Robin yang sedang tertidur di sofa ,
" kenapa jadi aku yang tidur di kasur , kenapa Robin yang tidur di sofa " ????
pertanyaanku dalam hati
" apa mungkin semalam Robin yang memindahkan ku tidur di kasur , " sambil senyum senyum ku memikirkan semalam Robin menggendongku
" pantas saja tidurku sangat nyaman , dab tubuhku tidak sakit sakit , "
" ya Tuhan , melihat Robin dalam ke adaan masih tidur dia terlihat sangat gagah , hanya memakai kaos putih , rambutnya yang berantakan , iiihhhhhh , hahahaha , jadi geli membayangkannyaa "
" , aaahhhhhh , aku gak mimpikan , ini pagi pertamaku menjadi seorang istri , istri dari bos ku sendiri , tapi hari ini aku mau ngapain ya , ini weekand , masa iya seharian aku di rumah bareng pak Robin yang dingin ini , , tapi ..... hihihi , aku suka sih saat berdekatan dengan pak Robin , " senyum senyum ku membayangkan jika Robin benar benar memperlakukanku sebagai istri bnerannya ,
hihihihi ,,,,
ah ya sudah aku mandi dulu , biarkan Robin tidur dulu , aku gak berani membangunkannya ,,,
" mau kemana " suaranya serak dengan mata masih tertutup
aku menoleh ke arah Robin , tapi Robin masih dalam ke adaan tidur ,
" apa tadi aku salah denger ya ... !!!
ku coba mendekati Robin dan memastikan bahwa tadi Robin memanggilku mau kemana ,
" jangan kemana mana , aku masih ingin memelukmu "
ucap Robin masih dalam ke adaan mata tertutup
" aku bergidik mendengar Robin mengatakan hal itu , "
" ihhhh ini orang pasti lagi mimpi jorok , matanya merem tapi bilang peluk peluk ,
iihhhhh ,
" sebentar lagi , aku masih ingin memelukmu sayang "
" haaahhhh , dia mimpi apaan sih "
mata Robin masih tertutup rapat , sepertinya Robin mengigau , jadi penasaran dia mimpi apaan ,
tapi..... ah jangan jangan dia mimpi dengan perempuan lain ,
" sakitnya hatiku , laki laki yang saat ini menjadi suamiku , memimpikan wanita lain , " ucapku dalam hati
saat ku ingin beranjak pergi mandi , Robin memegang tanganku ,
" jangan kemana mana sayang " ucap Robin
hatiku berdebar tidak karuan saat Robin mengucapkan itu, tapi pas aku menoleh melihat Robin masih dalam ke adaan tidur ,
ya tuhaannn ini orang mimpi apa sih ,
tiba tiba robin menarik ku sehingga aku jatuh dalam dekapan Robin ,
astaga !!!
jantung ini berdetak sangat kencang , Robin memelukku , meskipun dia tidak sadar memelukku tapi aku sangat bahagia , hihihi
" Ting tong, Ting tong , Ting tong "
bunyi bel rumah
aku berusaha melepaskan palukan Robin , tapi Robin semakin erat memelukku ,
" jangan pergi sayang, tetaplah bersamaku,
"
" bodo ah dia mau ngigau apa yang penting aku di peluk Robin , hihihi "
Robin memelukku dengan sangat erat , sehingga aku tidak bisa bernafas ,
ko dorong tubuhnya Robin , tapi Robin semakin erat memelukku , aku pun sempat mengamuk karena tidak bisa nafas dengan baik ,
" gubraaakkkk " aku dan Robin jatuh dari atas sofa , dengan posisi Robin berada di atasku ,
tapi mata Robin masih tertutup ,
aku merasa sesak dengan keberadaan tubuh Robin menindihku
aku coba mendorong sekuat tenagaku ,
" ini orang tidur sampe begini banget sih , ngigau pun gak kira kira , mimpi apaan sih Nih orang ,
tiba tiba Robin akan menciumku ,
waduh aku bingung nih harus berbuat apa ,
apa aku pasrah aja ya ,
saat bibir Robin semakin mendekat ke arah ku ,
mata Robin terbuka ,
tapi posisinya bibir Robin masih maju hendak menciumku ,
lalu Robin berhenti sejenak ,
lalu , , , , ,
" aaaaaaaaarrrrrrggggg " Robin teriak dan aku pun ikut teriak
Robin langsung bangun dari atas tubuhku
dan langsung marah marah gak jelas
" kamu sengaja ya " tanya Robin dengan suara tegasnya
" maksudnya apa , " aku pun berbalik bertanya
" kamu sengaja , memanfaatkan aku saat aku sedang tidur , " Robin menuduhku merayunya
" iihhhhh , gak usah ke pedean pak, ada juga bapak yang menarik saya dan mau menci...... " belum sempat ku meneruskan kalimatnya , Robin menutup mulutku dengan tangannya ,
" iihhh apaan sih , "
" gak usah di teruskan "
" tapi emang begitu kenyataanya "
" udah di .... "
" Ting tong " saat Robin akan mengoceh bel rumah pun kembalj berbunyi
" jangan bahas ini lagi , anggap saja tadi kamu tidak melihat apapun dan tidak mendengar apapun "
Robin langsung pergi meninggalkanku di kamar ,
" dasar bos aneh " gerutuku sambil menuju kamar mandi
ku nyalakan shower dan ku basahi tubuh ini dari ujung kepala hingga kaki , ku basahi rambut ini , ku nikmati setiap air yang membasahi tubuhku ,
dingin tapi menyegarkan ,
" andaikan Robin , , ,, aahhh ya sudah , , , Robin tidak akan pernah menerimaku sebagai istrinya , tapi kenapa aku tidak ingat sama sekali ya tentang malam itu, apa memang malam itu aku sangat banyak minum , "
" bagaimana ya kejadian waktu malam itu, aku ingin mengingat saat Robin menyentuh tubuhku , tapi..... ahhhh Robin Robin , aku ingin kamu tahu bahwa aku sangat menginginkanmu , tapi aku tahu kamu tidak pernah menginginkanku ,
setelah selesai mandi ku kenakan pakaian yang di hadiahkan raya untukku ,
selera raya sangat kelas atas banget , jauh dari baju baju ku di rumah yang harganya tidak lebih dari 100rb
karena memang aku sangat sayang membeli pakaian yang mahal , dari pada aku membeli pakaian mahal lebih baik aku tabung saja ,
biasanya penampilanku tidak jauh jauh dari kacamata dan rambut di ikat kuda ,
tapi raya memintaku saat bersama Robin aku tidak boleh memakai kacamata dan berusaha untuk mengurai rambutku
ku oleskan perona pipi warna orange dengan tipis , dan ku usapkan lipstik berwana nude , ku rapihkan eye brow dengan sikat , karena memang alisku yang sudah tebal , jadi aku tidak perlu memakai pensil alis lagi ,
rambutku yang panjang dan sedikit ikal aku uraikan ,
" ok ,udah selesai , "
lanjut aku harus membuat sarapan , di karenakan aku sudah menjadi istri aku harus bersikap sewajarnya seorang istri dengan tugas tugasnya membuatkan sarapan, dan membereskan rumah ,
mengingat rumah ini baru kami tempati tadi malam jadi masih banyak yang harus di dekor ulang dan ekstra di bersihkan ,
saat aku turun , di bawah ruang tamu , terdengar beberapa suara yang asik mengobrol
ku lihat ada teman teman Robin di ruang tamu dua orang dan salah satunya aku kenal , itu adalah pak dokter , dan satunya aku baru pertama melihat
aku siapkan tiga cangkir kopi dan camilan
" ini bro istrimu "
ucap salah satu temannya yang aku baru lihat
" iya kenalin ini istri gua ,
sayang kenalin ini teman kuliahku dulu namanya Ari , dia pengusaha sukses ,dan ini pak dokter , kamu sudah kenal kan , , , , , , , "
" whaatttt, Robin memanggilku sayang , apa aku gak salah denger ya .... " ucapku dalam hati
ku letakkan kopi dan cemilan di atas meja agar bisa di nikmati mereka sambil mengobrol ,
" istrimu waaahhhh body goalnya , mantaapp "
celotehan teman Robin satunya tidak begitu membuatku nyaman ,
"aku terusin di belkang dulu ya "
" iya sayang "
Robin menarik tanganku dan mencium pipiku di depan teman teman nya
" haaahhh , ro ro ro , , , robbbiinnn menciumku di depan temannya , ini mimpi bukan ya " ucapku dalam hati dan sedikit shock dengan perlakuan Robin
"uuhhhhh , iya sih yang pengantin baru , di sini gak di anggep ha ha ha ha " ledekan teman teman Robin membuatku salah tingkah , tapi Robin seperti biasa saja tidak ada ekspresi yang aneh ,
ah dasar batu, , , ,
lalu ku teruskan kembali pekerjaanku di dapur membuat sarapan dan beres beres rumah
setelah semuanya selesai aku masih menunggu teman temannya pulang. dan memilih untuk menonton tv di ruang ke dua