Usai makan malam Gilbert terus tertawa di dalam mobil, sedangkan Inzel tak henti memukul paha Gilbert, "apakah kau tahu? apa yang aku rasakan saat bertemu dengan papa mu Gilbert, aku seperti terjun di atas lautan Bosphorus." tangan Inzel mengipasi wajahnya sendiri seakan kepanasan. Lagi-lagi lelaki itu hanya terkekeh dengan menyetir sedikit lambat ingin menikmati keluhan wanita satu ini, "papa menyukaimu Inzel." kata nya Gilbert. Wanita itu terus bernafas kasar dengan menyenderkan kepalanya di belakang kursi mobil, sungguh olahraga jantung yang sangat tinggi ketika harus langsung diperkenalkan dengan papanya tanpa persiapan mental lebih dulu. "Apakah kauu mengantarku pulang?" Tanya Inzel. Gilbert menoleh ke arah Inzel dan memasang alis curamnya, " pulang? Aku akan menculikmu sebentar.

