Earnest POV Bukan lagi ombak yang menerpa tubuhku tapi lebih tepatnya aku merasa bahwa diriku telah tertimbun oleh alat penggiling bundar besar seberat 1000 ton , aku masih tersungkur di lantai ini dan kulihat di depan Grandma ku menangis . "Grandma jadi aku tidak bisa memiliki keturunan?" Tanyaku dengan meremas baju yang tepat pada ulu hatiku mampu membuatnya benar-benar kusut . "Ya Earnest.. semenjak Grandma mengetahui itu , Grandma berfikir bahwa takkan ada wanita yang mau denganmu, maka aku utus Inzel menemani hidupmu , dia menerimanya Earnest , bahkan dia berkata rahasia ini hanya aku dan dirinya yang mengerti " kulihat nenekku masih menangis hebat di sana . Aku merangkak bukan berjalan , ku ambil segelas air putih di dekat ku dan ku sodorkan di bibir nenekku penuh lembut "istira

