Memory seakan perputar,mengingat
Pertemuan awal dengan Laura di bandara.
Wanita yang sedang dicari-nya, selama lima tahun ini , sekarang sudah berada dihadapan-nya...
"Akhirnya ketemu juga baby " :batin Leonard,seraya tersenyum tipis...
"Sir": kata Laura seraya menyadarkan, sambil mengibas- ngibaskan tangan ke udara...
"Ah i-ya" : jawab Leonard....
" Maaf tuan aku engga sengaja"ucap Laura.
"Tidak bisa,kau harus bertanggung jawab" jawab Leonard.Sambil tersenyum licik...
"Apa tanggung jawab?.Yang benar saja Tuan ” ucap Laura
"Tentu,kau harus bertanggung jawab.Kau sudah dua kali menabrak ku" jawab Leonard.
"Dua kali? Kapan.Bahkan aku tak mengenalmu Tuan" Ucap Laura.
"Aneh" :gumam Laura
"Kau tidak mengingatnya saat di bandara.Saat seseorang menabrak ku "jawab Leonard.
seraya bola mata-nya masih menatap Laura.
Laura menggeleng-kan kepala-nya .
Berusaha mengingat kapan diri-nya menabrak seseorang...
Dan akhir-nya Laura mengingat kejadian itu...
"Oh jadi itu Tuan.
Tapikan aku tak sengaja tuan" Lanjut Laura Masih tidak mau disalah-kan sambil menggaruk kepala-nya yang tidak gatal...
Leonard yang melihat itu ,langsung menahan senyum-nya....
Menggemaskan sekali wanita ini.
Aku pastikan kau menjadi milikku : Batin Leonard.
"Tidak,kau tetap harus bertanggung jawab kali ini" jawab Leonard kekeh.
"Baiklah,apa yang harus aku lakukan?
kau ingin uang,aku akan memberikannya tenang saja" lanjut Laura sambil membuka tas Hermes nya.
"Aku tidak butuh uangmu Nona manis bahkan uangku tidak bakalan habis tujuh turunan" jawab Leonard...
C**ih. Sombong sekali dia : Batin Laura, sambil menatap ke wajah pria itu...
"Terus aku harus apa? Dikasih uang tidak mau" Jawab Laura,seraya memajukan bibirnya,kesel dengan pria satu ini
"Kau harus menjadi kekasihku " ucap Leonard...
"Dasar gila" jawab Laura ,seraya melangkah pergi dari hadapan Leonard...
Baru juga beberapa langkah Laura di hentikan dengan suara bass Leonard...
"Tunggu baby,kau tidak mau jadi kekasihku " ucap Leonard
"Kau sudah tahu jawabannya,kenapa kau bertanya lagi " jawab Laura kesel....
"Baiklah kalo kau tidak mau menjadi kekasihku.
kau akan ku jadikan istriku " ucap Leonard.....
"Tuan kau sudah gila yah,crazy.
Dasar tua bangka" bentak Laura,dan pergi meninggalkan Leonard yang masih mematung didepan toilet....
Sepeninggal-nya Laura.
Dari arah ruangan VIP dilihat-nya Carlos keluar ruangan itu .Dan menghampiri tuan-nya...
Dilihatnya tuan-nya sedang berdiri di depan toilet.
Sedang apa tuan disitu : Tanyanya bingung ,sambil menggaruk kepala-nya.
"Sir,sudah ditunggu di ruangan,rapat hari ini telah selesai" ucap Carlos...
"Aku kesana,Carlos tolong Carikan gadis itu sekarang ia ada di hotel ini.
Pastikan ia ikut bersama kita,aku yang akan urus mereka" ucap Leonard seraya melangkah-kan kaki-nya meninggal-kan Carlos...
"Baik tuan" langsung melangkah pergi. Dan Leonard berjalan kearah meja pertemuan...
"Maaf sir,sudah menunggu" ucap Leonard kepada mereka...
"Tidak masalah Mr Rayan " jawab salah satu dari ke Tiga perwakilan Instasi pemerintah...
"Baiklah rapat hari ini cukup sampai sini saja,senang berbisnis dengan anda tuan" ucap Leonard seraya menutup rapat hari ini,dan berjabat tangan .
"Kami seharusnya yang berterimakasih Mr Rayan karena Mr Rayan sudah bersedia bekerja sama dengan kami"ucap pihak dari instansi pemerintah.
Selesainya Leonard mengantarkan ke lobby hotel Ramos.
Ia segera bergegas keluar dari bangunan megah ini.
Dan menuju mobil mewah-nya.Dilihat-nya sang sopir membukakan pintu dan duduk manis di kursi belakang menunggu Carlos menjemput calon istrinya...
Carlos yang sudah membujuk calon nyonya tuan-nya, sudah kehabisan akal untuk membawa-nya kedalam mobil. Dia pun meninggalkan wanita itu dan langsung bergegas menuju mobil....
Tok tok tok....
"Maaf Tuan,Nona menolak ikut denganku" ucap Carlos ,selepas tuan-nya membukakan jendela mobil-nya....
"bodoh!!" bentak tuan-nya..
dan membuka pintu , bergegas masuk kembali kedalam hotel Ramos....
Sesampainya di meja Laura.
Di liat-nya Laura sedang mengobrol sambil ketawa-ketawa bersama temen-nya yang tak lain adalah Selana...
"baby,ayo ikut dengan ku " ucap Leonard sesampainya dimeja Laura.,seraya tangan-nya langsung menarik paksa tangan Laura sampai sang empu menjerit saking kaget-nya....
Degg ...
"Mau apa lagi orang gila ini": Batin Laura
"Apa-apaan Tuan,aku bahkan tak mengenalmu" jawab Laura sambil menghentak-kan tangan-nya ke udara...
"Dasar tidak sopan" lanjut Laura...
"Kau yakin tidak tahu aku baby" sambil memajukan dirinya mendekati Laura ,
"No" jawab Laura...
Dengan langkah cepat Leonard mendekati Laura seraya menatap tajam laura membuat Laura ketakutan.... Leonard terus berjalan mendekati Laura....
"Stop disitu Tuan,jangan mendekat" ucap Laura memperingati Leonard. Tapi Leonard tidak merespon ucapan Laura.
sampai akhir-nya sampai juga dihadapan Laura.Tanpa aba-aba Leonard langsung menarik tengkuk lehernya Laura dan mencium bibir Laura,melumat ,menyesap-nya ciuman ini terasa manis di mulut-nya....
Dilihatnya orang-orang yang berada di hotel tersebut langsung menutup mulut-nya shock melihat adegan secara live, tidak percaya dilihat-nya tuan muda yang terkenal dingin, mencium seorang wanita yang mereka kenal anak pemilik hotel ramos berciuman didepan mereka...
Dilihat-nya Laura yang sudah mulai kehabisan nafas Leonard pun langsung melepaskan hisapan dibibir Laura...
"Hah hah hah.Dasar tua bangka"Ucap Laura setelah Leonard melepaskan ciuman-nya.
Laura langsung menampar pipi Leonard dengan tangan lentik-nya.
"s**t!!!.Kurang ajar " .Laura langsung meninggalkan hotelnya.
Selena yang ditinggal pun ikut menyusul langkah Laura dan memanggil Laura....
Tanpa sepengetahuan Laura sang Daddy melihat kejadian itu.
Dan tersenyum misterius....
Leonard yang masih mematung ditempat dia dipermalukan. Carlos langsung menghampiri Tuannya untuk kembali kedalam mobil dan bergegas kembali ke kantornya.
"Kau harus bisa menangkap wanita itu dan langsung membawanya kehadapan ku. Kau mendengarnya Carlos apa yang aku bicarakan" Perintah leonard kepada Carlos.Seraya melangkah keluar menuju mobil yang sudah di siapkan sebelumnya.
"Baik tuan"Jawab Carlos mengikuti Tuan keluar restoran.
Di mobil...
"Malam ini aku tunggu laporan yang aku perintahkan kepadamu Carlos" Ucap Leonard.
"Baik Tuan" jawab Carlos.