Semudah itu?

1150 Words

Malam semakin larut, dan aku masih saja terjebak dalam pelukan Revano yang tidak ingin melepasku. “Kamu tahu, setiap malam aku merindukanmu. Aku memimpikanmu dan menginginkanmu ada bersamaku” Apa dia melantur? Sedari tadi ia terus mengatakan hal-hal yang tidak masuk akal. Ya, tentu saja tidak masuk akal jika mengatakan hal yang demikian pada mantan kekasih. “Revano, kamu sedang mabuk. Jadi lepaskan aku dan beristirahatlah” Revano enggan mengindahkan ucapanku. Bukannya melepas pelukannya, ia malah mempereratnya. Eratnya pelukan Revano membuatku semakin tidak bisa berkutik dan melepaskan diri. Sejenak aku membiarkannya. “Kamu marah padaku?” “Marah? Untuk apa?” Tanyaku kembali sembari menatap lekat manik mata hitam pekat miliknya. Revano melepas pelukannya, menegakkan tubuh yang tadiny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD