pedagang sepatu

1084 Words
dihampiri oleh om-om gendut di terminal kota P. dia mengaku dialah yang menjemput ku dan akan mem pekerjakan ku sesuatu yang tidak mengejutkan ya karena dia masih saudara jauh dengan ayahku. dan tempat berpikir aku ikut-ikut saja , sederhana dikarenakan wajahnya adalah wajah yang familiar walaupun sebenarnya aku tidak ingat. ternyata tempatnya memang tidak jauh dari terminal kota p ini kota yang baru saja aku pijaki dan kedepannya akan dipenuhi dengan bumbu-bumbu cerita yang akan mengubah kehidupanku selanjutnya pada chapter pertama. toko sepatu serba rp50.000 begitulah yang tertulis pada baliho di depan bukan toko yang besar hanya saja ruko 5 pintu masing-masingnya berisi jualan akan ku urut dari kanan. toko bangunan mengisi dua pintu, toko perabot mengisi satu pintu. lalu toko sepatu yang kuceritakan di atas, dan terakhir adalah agen travel yang menjual tiket-tiket termasuk tiket pesawat atau yang lainnya. masuk ke dalam toko ini tidaklah luas cuma 4.5 m , namun panjangnya sampai 12 meter dan memiliki tiga tingkat atau 3 lantai. namun penuh dengan sepatu dan sandal yang dipajang baik di dalam etalase ataupun kotak kaca ataupun digantung di tepi tembok dengan menggunakan bracket yang disangkutkan lalu diletakkan kaca dan kemudian sepatu akan bersusun rapi di atasnya bak memanjat dinding-dinding itu lalu di tengah ada beberapa meja yang bertingkat atau rak-rak sepatu yang berbaris dari depan sampai ke belakang dan dipenuhi sepatu paling yang dipakai hanya 9 meter dari depan ke belakang dan 3 m lagi di belakang adalah semacam gudang untuk menyimpan stok sepatu manakala kebutuhan pelanggan menginginkan ukuran yang berbeda. di lantai atas atau lantai 2. adalah tempat tinggal dari si bos ini dengan istrinya dan satu anak perempuannya. mau bagaimana lagi ruko sa ruang-ruangnya terdiri dari tiga ruang dua ruang tidur di depannya yang hanya dibatasi dengan papan triplek dan satu lagi ruangan di belakang menyatu dengan dapur sedangkan kamar mandi terpisah. lalu ruang ketiga hanya terdiri dari tiga ruang juga satu ruangan dibatasi triplek satu ruangan luas tidak ada apa-apa kecuali tumpukan karton dan kotak-kotak sepatu ataupun karung ball yang sangat banyak ya semacam gudang. ntar di samping tangga ini ada pintu yang mengarah ke luar atau biasanya rooftop tidak besar mungkin sekitar 3x3 m , dan kamar mandi menyelip di belakang. kehidupan pertama aku di situ seharian aku di suruh istirahat selain mengenal karyawan lainnya yang ternyata orang kampung juga ada namun aku kurang kenal denganmu sebelum ini, satu orang bernama a kita sebut saja begitu supaya mudah diingat hehehe, satu lagi bernama b. si A ini memiliki kerabat dengan si bos sedangkan si B ini tidak. dari awal kenal si a sepertinya bukan orang yang ramah orangnya blak-blakan dan mungkin sedikit jahil, karena terlihat jelas dari wajahnya menggambarkan ketidaksenangan melihatku berada di sini walaupun siapa yang bisa mendengar isi hati orang kan. si b Dia sangat bisa beramal mungkin dia juga sadar dia bukan siapa-siapa di sini ada manut aja semua Dia sangat cakap dalam bekerja seperti laki-laki ganteng ya wajahnya memang lumayan ganteng tapi ada perasaan aneh di dalam hatiku mengatakan anak ini harus berhati-hati ,aku berhati-hati dengan anak ini...! yang belakangan ku ketahui ternyata dia adalah orang yang sangat manipulatif. walaupun kau disuruh istirahat sebagai pendatang yang baru di sini mana mungkin kau akan dengan terang-terangan istirahat kan, untuk ada rasa segan atau malu yang seharusnya ada di dirimu. itulah yang kurasakan aku berusaha untuk terlihat antusias mungkin mengetahui dan menguasai ataupun untuk menyimak perlakuan mereka dalam berjualan menarik setiap pelanggan yang datang untuk kembali sepasang sepatu. hari kedua aku masih mencoba menghafal harga-harga barang yang ada di dalam buku ini. tidak sulit sebenarnya karena semua barang dan harganya berlabel atau tertera di setiap pajangan yang ada. kegiatan dimulai dengan membuka toko setiap hari jam 07.00 pagi, bersih-bersih seperti menyapu lantai,ngepel lantai, dan membersihkan pajangan sepatu dari debu lalu membersihkan stok di belakang . setelah itu santai-santai dan menunggu orang masuk satu persatu begitulah keseharian dalam penjualan sepatu ini dan di toko ini. hari-hari berjalan normal kecuali ketika si bos pulang kampung atau meninggalkan kami di toko sendiri, mengambil kendali adalah si a mungkin karena dia ada hubungan dengan si bos, tidak ada yang permasalahan itu hingga saat ini bahkan aku pun yang ternyata hanya orang datang walaupun si bos juga keluarga jauh ayahku, namun dia lebih dekat. terungkap lah sifat asli mereka yang diminati a ini selalu bangun kesiangan dan si b juga begitu walaupun bangunnya biasanya 1 jam lebih cepat dari si a. dan kenapa ada manusia yang bangun bisa sampai jam 09.00 jam 10-an namun aku tidak bisa lagi tidur setelah terbangun jam 07.00 apakah ini murni hanya kebiasaanku ataupun kebiasaan mereka berbeda tapi tidak tahu yang jelas, jika tetap dipaksakan tidur melebihi jam 07.00 pagi kepalaku akan sakit sampai sore untuk itu aku bangun dan buka sendiri toko permen tidak tahu harus ngapain lagi. satu hari, dua hari, tiga hari, berlangsung seminggu aku melakukannya dan aman-aman saja aku tidak mengeluh ataupun marah kepada kebiasaan mereka yang sering kesiangan, Mereka pun tidak menunjukkan sikap tidak menyukai ataupun membenciku di saat ini. sampai suatu ketika paspor sudah kembali saat aku tidak di tempat dan mereka mengobrol bersama bos, entah kenapa mereka yang mendapat reward dan pujian atas suatu hal yang aku kerjakan, aneh sangat aneh mungkin keanehan pertama dalam seluruh hidupku yang aku lalui. ya walaupun mereka hanya mengaku-ngaku kepada bos . tapi tidak masalah. saat itu terungkap lah sifat asli mereka dan sepertinya dugaanku selama ini benar cerita tidak peduli dengan tokohnya mereka hanya peduli jika ada bos, sangat menyesalkan bukan? ketika kita bekerja dengan tim atau teman yang satu kelompok dengan kita. seolah kita menerima perubahan yang drastis Karena tidak semua orang sama dengan yang kita pikirkan dan tidak semua orang juga mau seperti apa yang kita harapkan. mereka berbeda-beda walaupun kepalanya waktu itu memang sama-sama hitam namun hati mereka berbeda pikiran mereka berbeda cara pandang mereka berbeda dan semuanya tergantung kepentingan. sampai aku menyadari bahwa pertemanan yang dijalin setelah kita dewasa apalagi dengan teman sesama pekerja tidak ada yang spesial darinya kecuali satu kata yaitu kepentingan. karena kita sama-sama memiliki kepentingan maka kita berteman kita tergabung dalam tim dan kita saling bekerja sama. dan seiring berjalannya waktu kita semua bisa melihat isi otak kita masing-masing, walaupun ku yakin tidak ada yang bisa meneropong isi hati ku. karena aku memiliki suatu rahasia yang tidak semua mereka ketahui yang akan membuat langkahku sangat cepat terbang itu sangat tinggi membuatku sangat besar hanya dalam satu malam dan itu masih kurahasia kan kepada mereka semua kecuali hanya ikut dengan diketahui dan istrinya. hehehe.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD