Sweet Sinner | 11.3

1161 Words

    Teriakan Persia tidak berarti apa-apa karena kepala dan telinga Robert sudah terasa panas. Dadanya serasa menyimpan lahar panas yang siap dimuntahkan, jika perlu tepat di wajah Edo dan di sanalah Robert memuaskan tangan dan kakinya untuk melukai.     "Robert tunggu," Persia mencegah dengan menjerat lengan Robert. "Aku... Mohon jangan lakukan apapun?"     Pintu mobil tertutup kembali dengan cepat karena Robert membanting kasar.     "Kenapa? Beri aku satu alasan agar aku tidak mendatangi Edo malam ini." tegas Robert mengguncang pundak Persia.     Bukan hanya tangisan saja tapi Persia ketakutan dan memutuskan untuk tidak menatap wajah Robert.     "Katakan kenapa?" meski memaksa sepertinya itu tidak akan berhasil dan Robert membalikkan badan untuk membuka pintu mobil namun sekali lagi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD