27

974 Words

Sinar matahari masuk melalui celah jendela kamar, gadis itu perlahan-lahan membuka matanya, kepalanya terasa sangat sakit tapi tetap mencoba untuk duduk. Katria memandang sekitar ruangan ini, tapi dia tidak tau ini dimana. Tempat ini terlalu asing untuknya. Dia melirik seragamnya yang sudah berganti menjadi baju tidur. Katria takut, dia tidak mau hal yang tidak diinginkan terjadi padanya. Pintu kamar terbuka, dan muncullah laki-laki yang memakai celana jeans selutut dengan kaos putih. Lelaki itu mendekat dan duduk di samping Katria. "Gimana? Apa kepala kamu terasa sakit?" Katria merasa lega, ternyata lelaki yang membawanya kesini adalah Alvan. Katria tidak lagi merasa khawatir karena Alvan tak mungkin melakukan hal yang tidak senonoh terhadapnya. "Kepalaku sakit banget, Van." "Itu k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD