‘’Raka pasti sangat merindukanmu’’ Aku tersenyum saat tau Reza membawaku kepemakaman Raka. ‘’makasih Za’’ Kini aku duduk tepat didepan pemakaman Raka dikebumikan kami juga mengirim doa doa kepada Raka. ‘’Ka kami merindukanmu, Nanda akan ujian kelulusan besok, aku juga akan ikut tes kuliah, aku akan masuk kedokteran, aku akan seperti papa menyembuhkan orang sakit dan aku akan berusaha menemukan obat untuk penyakit kanker, bukankah keren jika aku orang pertama yang menemukan obat kanker’’ Mendengar itu aku mulai mengerti kenapa papa sempat menyuruhku untuk belajar ilmu kedokteran, mungkin papa berfikir aku bisa menjadi dokter dan bisa menyembuhkan Raka. Aku tertawa kecil mendengar Reza mengatakan hal itu, walaupun mungkin saja itu terjadi tapi kalimatnya membuatku tertawa.

