# Maura melepas kacamatanya dan menutup laptop yang masih berada di atas pangkuannya. Kepalanya terasa sakit bukan main setelah menyelesaikan begitu banyak pekerjaan yang menumpuk selama dirinya berada di Singapura. "Sakit?" tanya Arga yang mendadak sudah berada di sisi Maura tanpa Maura sadari. "Sedikit," jawab Maura sambil memijat dahinya dengan tangan. Arga kemudian mengambil laptop yang ada di atas pangkuan Maura dan memindahkannya ke atas meja. Dia kemudian berdiri, memutar Maura menghadap ke arahnya dan memijat kepala Maura dengan lembut. "Seperti ketika kita masih kecil," ucap Arga. Maura ingin menolak tapi diurungkannya saat dia menyadari kalau dia benar-benar nyaman dengan pijatan lembut Arga di kepalanya. "Yang aku ingat, akulah yang selalu memijat kepalamu dulu. Kau sanga

