Bab 115. Cobaan 5

1002 Words

# Maura mengerjap pelan. Dia mencoba bergerak tapi mendadak perutnya terasa nyeri. "Maura jangan bergerak dulu," pinta Luna yang saat ini sudah ada di samping Maura. "Luna?" Maura tampak heran melihat Luna saat ini. "Iya ini aku. Arga dan Cakra akan mengurus segalanya. Tante Yen, ada di kamar sebelah bersama Max dan Citra. Kau pingsan tadi dan Dokter memberimu obat untuk menenangkan mu. Maura kuatkan dirimu, ingat anak di dalam kandunganmu," ucap Luna lembut. Dia tahu betapa beratnya kehilangan orang tua. Luna masih ingat betapa terlukanya dia saat ibunya meninggal sedangkan saat ini Maura harus kehilangan kedua orang tuanya sekaligus. Entah sehancur apa perasaan Maura. Maura terdiam mendengar ucapan Luna. Hanya air mata yang mengalir jatuh di pipinya. "Aku tidak percaya itu semua b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD