BAB 37

2612 Words

Sinar mentari tampak mulai menyimpan bumi dengan anggunnya. Suara riuh kendaraan tak dapat di elakkan di jalanan Ibukota yang selalu padat. Sandra mulai mengerjakan matanya dan kemudian melihat ke sisinya. Masih, ia masih berada di pelukan Aditya sejak semalam setelah mereka b******u. “Termyata aku gak mimpi...” batin Sandra. Ia menatap kembali wajah tampan itu saat tertidur dan tangan mungilnya mengisi mnit rambut atasannya. Namun tiba-tiba, Aditya memegang tangan itu dan membuat Sandra terkejut bukan main. “Ka— kau sudah bangun?” tanya Sandra gugup. “Harusnya belum, tapi kau yang membuatku terbangun... Apa semalam kurang?” goda Adit. Sandra lantas menarik paksa tangannya dan justru memanyunkan bibirnya. “Hah? Kurang? Aku lelah gara-gara kau? Dasar gak ada puasnya...” tukas gadis itu.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD