BAB 22

1632 Words

Kondisi yasmin hari ini terlihat lebih baik daripada sebelumnya. Dia dengan sudah payah membujuk ayden agar mengijinkannya masuk kuliah karena sebentar lagi akan ujian tengah semester. Dengan terpaksa ayden mengijinkan calon istrinya itu masuk kuliah. Walaupun ijin itu diberikan dengan berat hati, karena dia tidak bisa mengantar dan menemani yasmin ke kampus hari ini. Ayden memang mengurangi perdebatan dengan yasmin. Hari ini pun jadwal kuliah yasmin hanya satu mata kuliah dengan jadwal pagi. Jadi yasmin juga tidak terlalu mempermasalahkan. Saat ditengah – tengah kuliah ponselnya bergetar. Awalnya masih di abaikan. Tapi terus saja ponselnya bergetar di dalam tasnya, menganggu konsentrasinya. “Siapa sih ?” gerutunya. Saat melihat layar ponsel jantung yasmin rasanya seperti berhenti. “A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD