Seorang gadis kini tampak sedang berada di ruangan cctv. Cctv di semua penjuru rumah clooney. Cctv itu sangat kecil dan mustahil sekali orang bisa mendapatkannya biarpun dengan kaca pembesar. Karna cctv tersebut sudah di rancang demikian rupa.
Ada tiga puluh televisi yang menyambung ke cctv rumah clooney. Dan tampak seorang gadis tengah menikmati tontonannya.
Di kediaman clooney.
"Dad hari ini anak kita pulang kan?" Tanya yunike kepada suaminya itu.
"Iya mom anak kita pulang" Ucap victor.
"Siapa pulang mom, dad?" Tanya donerald yang baru masuk ke rumahnya karna baru pulang sekolah dan mencium punggung tangan kedua orangtuanya itu. Dan duduk di sofa.
"Adik angkat kamu, akan pulang hari ini" Ucap yunike.
"Wah dia bakalan pulang hari ini? dan bakalan pindah sekolah disini?" Tanya donerald senang.
"Iya bentar lagi dia pulang" Ujar victor.
"Assalamualaikum liora pulang" Teriak seseorang yang bernama liora di ambang pintu dengan menenteng satu kopernya dan menuju ruang keluarga.
"Mommy liora kangen" Ucap liora memeluk mommynya itu.
"Daddy sama abang gak kangen nih" Sindir victor.
"Aaaa kangen juga sama daddy" Ucapnya dan menghambur kepelukan daddynya.
"Kenapa kamu mau pindah bukannya di amerika itu enak yah?" Tanya donerald.
"Enak sih cuman aku kangen sama kalian jadi aku mutuskan buat sekolah disini aja" Ucap liora.
Liora alexandra clooney anak angkat keluarga clooney sebelum donayra di usir. Setelah kecelakaan donerald. Donayra di usir dan liora dipindahkan ke amerika agar donayra tidak menyakiti liora. Padahal itu semua cuman salah paham bahwa bukan nayra lah pelakunya. Melainkan musuh dalam selimut.
"Yaudah kamu istirahat dulu daddy udah daftarin kamu satu sekolah sama abang kamu dan masuk kekelas study bahasa" Ucap victor dan diangguki liora.
Miris banget yah keluarga gue, anaknya sendiri aja dibilang pembunuh sedangkan anak orang lain di sayang. Gue juga butuh kasih sayang kalian. Gue mau di posisi itu tapi semua udah beda dan gak bisa kayak dulu lagi ego gue lebih besar daripada hati gue. Hiks gue rindu daddy gue rindu mommy hiks sampai kapanpun gue gak bisa maafin kalian. Karna apa yang kalian perbuat membekas di hati gue dan kalo kaca udah pecah gak bisa dibalikin ke asal semulanya lagi sama seperti gue. Sekali disakiti gak akan bisa memaafkan kalo pun gue maafin kalian maka gak kayak gue yang dulu lagi. Kita udah beda batin seorang gadis yang memandangi keluarga clooney.
* * * *
Saat ini tampak nayra sedang berkutat dengan banyak berkas di depannya itu. Dari ia pulang sekolah tadi. Dia langsung ke kantornya biarpun tadi singgah sebentar di suatu tempat.
"Ah elah dari tadi gak selesai selesai" Gerutunya dan bersandar di kursinya itu.
Dan pintu ruangan nayra terbuka tampaklah seorang gadis dengan membawa cangkir coklat panas berjalan ke arah meja kerja nayra. Nayra hanya mengumpat kesal melihat sekretaris nya ini. GITA APRILINA.
"Uh enak yah sore sore gini minum coklat panas" Ucapnya sambil menyeruput coklatnya itu.
"Sekretaris gak tau diri lo. Bos nya cape bukan dibawa minuman malah minum sendiri" Sinis nayra. Gita hanya mengangkat sebelah alisnya.
"Kalo gak ada karyawan atau gak di ruang meeting, gue ini kakak lo dan kalo ada karyawan dan di ruang meeting lo itu bos gue paham lo"
"Durhaka lo sama adik angkat lo sendiri"
"Peduli gue"
"Ah lo mah sebelas dua belas sama si vino"
"Lah si vino juga sering datang kesini ngerjain berkas berkas lo dan masalah masalah yang ada di kantor tapi tumben hari ini gak ada tuh batang hidung bocah"
"Oh iya tadi pagi sebelum gue berangkat sekolah dia galau gitu nyanyi lagu rhoma irama"
"Oh pasti gara gara david"
"David?"
"Iya, makanya lo itu sering sering ke kantor. David iru karyawan baru dan udah dua bulan david disini karna cara kerjanya bagus gue pindahin kemarin ke lein corps yang di italia. Dan semenjak david bekerja tuh si vino sering kesini hampir tiap hari dah kesini mulu buat caper sama david. Dan dia kemarin kesini nanyain david ke gue karna dia gak ngelihat david dan gue bilang david gue pindahin ke italia. Terus mukanya sedih gitu dan langsung pulang deh" Jelas gita panjang lebar.
"Lah tuh bocah pedang lawan pedang" Gumam nayra heran.
"Pedang gitu pun si vino gayanya kek cewe. Suka sesama jenis guy dia mah" Ucap gita.
"Pantesan mukanya galau gitu kayak gak di kasi makan"
"Mending lo ubah dah tuh si vino jadi cewek. Ada kali operasi kelamin cuman nutupin pedangnya doang. Dan tinggal suntik silikon aja di s**u nya itu. Beliin rambut palsu beres kan"
"Beres sih masalah biaya gampang, tapi kasihan mana vino ganteng lagi di ubah jadi cewek, kasihan ntar yang pacaran sama dia ditipu wajah"
"Gapapa kali dia jadi transgender"
"tapi...."
"Yaelah buktinya sih millen itu yang cowok jadi cewek cantik malah dia transgender tercantik, dan lucinta luna juga tuh transgender mungkin gue aja masih ragu"
"Apaan lu, gak yah, lucinta luna itu perempuan tong tong"
"Ting ting b**o"
"Lu hina lucinta luna, berhadapan dengan gue, gue fans beratnya"
"Yadah serah lu dah, lu tanyain dh"
"Gue coba tanyain deh"
"Selamat bekerja, gue mau nonton dulu" Pamit gita kepada nayra. Gita duduk di sofa ruangan nayra dan menonton televisi sedangkan nayra mendengus sebal karna berkas berkas yang ada di hadapannya ini membuat kepalanya pusing. Karna ia juga udah lama gak pernah megang berkas perusahaannya sendiri.
* * * *
Saat ini nayra sedang mengendarai mobilnya untuk menuju pulang ke rumahnya. Karna pekerjaan di kantornya sudah selesai dan nayra sengaja mandi di ruangannya itu. Memang di ruangan nayra ada ruangan kamar jadi kalo lembur ia tidak perlu pulang ke rumahnya.
Jalanan tampak sepi sekali karna jam sudah tengah malam. Nayra menyetir mobil dengan santai sesekali bersenandung. Ia tidak memakai pakaian kerja melainkan pakaian santai nya.

Pakaian nayra ☝
Entah mengapa ia melewati jalan yang sepi. Mungkin karna jalan ini jalan tercepat menuju rumahnya itu. Ia juga sudah memberitahu bi ros bahwa ia akan pulang telat untuk ke kantornya.
Dari kejauhan ia melihat seorang pria yang berkelahi dengan lima preman. sepertinya pria itu familiar sekali. Ia mendekat ke arah perkelahian itu dan keluar dari mobil. Ia duduk di depan mobil. Sambil menikmati perkelahian nya.
"Cemen lu gak bisa ngalahin preman" Teriak nayra pria yang merasa diremehkan menoleh.
"Kak nay jangan sini bahaya!" Ucapnya. Ia adalah erland yang berkelahi dengan lima preman.
"Gak takut gue" Remehnya.
Saat akan membalas omongan nayra. Kesempatan bagi preman itu. Ia meninju muka erland hingga tersungkur ke tanah. Nayra berdiri dan membantu erland berdiri.
"Lo gak papa kan?" Tanya nayra.
"Gak papa kak, kakak jangan disini ini bahaya" Ucap erland sedikit meringis.
"Lo tunggu disini" Ucap nayra dan berdiri mendekati preman itu.
"Kakak jangan!" Larang erland. Tetapi nayra tetap nayra.
Nayra menghadapi preman itu dengan tatapan meremehkan dan preman itu tersenyum senang.
"Gadis cantik" Ucap preman itu.
"Bermain main sebentar bisa kan bos?" Tanya preman itu kepada bosnya.
"Siapa yang mau sia siain berlian seperti ini" Remeh preman tersebut.
"Bermain main?" Tanya nayra.
"Iya kita akan bersenang senang bukan" Ucapnya dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Oh yah kelihatannya seru yah berapa ronde?" Tanya nayra.
"Wah haha udah nanyain ronde aja nih" Ucap salsah satu preman itu tertawa.
"Satu ronde cukup yah" Kata nayra.
"Kita akan main beberapa ronde" Ucap preman itu.
"Preman kayak kalian itu pantasnya main sama jalang bukan sama berlian" Ujar nayra.
"Kamu sama jalang sama sayang" Ucap preman itu mengelus pipi nayra.
"Cih jauhkan tangan kotor anda" Decih nayra.
"Bukan hanya tanganmu tetapi tubuhmu sangat kotor" Ucap preman itu.
"Cuman pantas di ranjang" Remeh preman itu kepada nayra.
"Baiklah siapa yang lebih hina disini" Ucap nayra menunjukkan smirk nya dan mengeluarkan aura yang mematikan. Preman itu bergidik ngeri.
Lah kok merinding gini sih batin erland sambil memegang lehernya itu dan melihat lihat sekitarnya.
Bugh
Bugh
Bugh
Krekk
Bugh
Krek
Bugh
Tidak membutuhkan waktu lama preman itu terkulai lemas di jalan. Akibat pukulan nayra bukan hanya pukulan beberapa kali nayra mematahkan tulangnya. Erland melongo melihatnya.
Dia aja butuh waktu lama untuk melumpuhkan preman itu tetapi tidak lumpuh lumpuh sedangkan gadis mungil di depannya hanya membutuhkan waktu sebentar saja.
Ia mengerjapkan matanya berkali kali mungkin yang dilihatnya ini hanya mimpi dan mencubit pipinya.
"Aelah biasa aja kali" Ucap nayra malas.
"Itu seriusan kak nay?" Tanya erland yang masih bingung.
"Bukan itu power rangers" Ucap nayra memutar bola matanya malas.
"Ngapain sih lo ditempat sepi kek gini? mana kendaraan lo?" Tanya nayra.
"Itu kak tadi aku gak sengaja lewat sini aja, aku abis dari supermarket. Rumah aku juga gak jauh dari sini" Ucapnya.
"Yaudah gue anterin pulang" Ucap nayra.
"Gak usah kak"
"Gak nerima penolakan"
Erland dan nayra memasuki mobil. Nayra mengendarai mobilnya menuju alamat yang ditunjukan erland.
"Kakak belajar beladiri dimana, aku mau dong" Ucapnya.
"Kepo lo kayak dora" Ucap nayra.
"Kan aku mau juga kayak kakak" Ucap erland.
"Mau jadi transgender lo"
"Ish bukan gitu maksudnya jago kayak kakak"
"Oh itu"
"Kapan kapan jalan yuk kak, masa aku udah punya kakak cewek gak jalan jalan"
"Kapan kapan deh izin dulu sama cewek lo"
"Kakak mah nyebelin, aku tuh jomblo yah gak punya cewek"
"Gak ada yang mau kali sama lo"
"Yang mau banyak kali" Sombongnya. Ya memang erland juga mostwanted di sekolah dengan banyak fans nya. Tetapi belum ada yang nempel.
Nayra mengantar erland sampai di depan pagar rumahnya. Setelah mengucapkan terimakasih erland memasuki rumahnya. Setelah itu nayra melajukan mobilnya menuju pulang ke rumahnya karna ia sangat lelah sekali.