15. Aku Adalah Dirimu

1019 Words

"Argh ...!" Saat berjalan, aku mendengar suara seseorang sedang menjerit. Dan aku yakin itu suara wanita. "Sheryn!" Buru-buru Aaron berlari menuju ke arah sumber suara itu . Aku pun mengikutinya, khawatir terjadi sesuatu dengan gadis cerewet itu. Apa benar itu suara Sheryn? "Aw ...!" Kulihat gadis itu sedang meringis kesakitan, rupanya kakinya terkilir. Terlihat dari luka lebam yang ada di pergelangan kakinya.  Saat ini dia dalam posisi tengkurap dan sedang berusaha untuk bangkit. "Kamu kenapa?" tanya Aaron. Nampak sekali dia sangat menghawatirkan adiknya. Benar-benar sosok kakak yang baik. "Mungkin karena dia berjalan sambil marah, jadinya kakinya tersandung." Tentu saja kalimatku ini mendapat tatapan membunuh dari gadis cerewet itu. Aaron hanya garuk-garuk kepala melihat aura permu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD