Aku ingat, ayah selalu bilang bahwa zaman sekarang, untuk menjadi pemimpin itu tak harus bisa memimpin. Cukup dengan banyak uang yang bisa dihamburkan saat kampanye itu pun sudah cukup. Yang layak dan cerdas akan kalah oleh mereka dengan yang banyak uang. Mereka tak lain hanyalah tikus-tikus kecil yang akan menjadi tikus-tikus kantor. Mereka dengan percaya diri memmpangkan dirinya untuk dipilih di baliho-baliho jalanan dengna slogan; “Coblos nomor tiga. Pilih saya yang terbaik!” padahal, masyarakat sebenarnya belum mengenal mereka. Ah! Pokoknya negeri ini sudah kacau. Itulah yang sering dikatakan ayah. Jika menonton berita di TV pagi hari, mereka akan menayangkan kabar buruk di setiap pelosok yang ada di Indonesia. Bagi ayah, hal tersebut tentu sangatlah membosankan. Ketika menonton beri

