Amelia tidak berdaya dibawah pesona Dave yang merupakan tokoh utama dalam novelnya. Semakin ia bersama dia, maka semakin besar pula perasaan yang tumbuh. Entah itu perasaan pemilik tubuh asli, atau Lian sendiri. Mengalami cinta di saat krisis tidak pernah dibayangkan oleh Amelia sedikit pun. Jika perasaan itu datang, jangan menyalahkannya sebab adalah berkah. Berkah untuk bahagia meskipun hanya sesaat. Melihat Amelia yang malu-malu, Dave tak bisa mengontrol diri. Ibarat bunga mulai bermekaran, hatinya pun mengembang. “Apa yang harus aku lalukan kepadamu, Mel?” Pria itu menarik dagu gadis tersebut dnegan pelan. Mencium bibirnya penuh cinta, bukan penuh nafsu. Bibir yang semakin lama semakin memabukkan jika di rasakan. Sementara Amelia ter-pekik, hanya membeku merasakan ciuman itu. Su

