Setelah masuk ke dalam vila, Dave meminta Amelia duduk. Cukup lama waktu yang terbuang karena pria itu tidak bicara sepatah satu kata pun. Di sini, gadis itu dilanda bingung karena tadi Dave masih baik-baik saja. Mungkinkah dirinya punya kesalahan? Tapi kesalahan seperti apa? Amelia sendiri juga tak tahu karena dia kurang peka akan perasaan orang. “Kenapa kau hanya diam? Ini sudah tengah malam.” Dave terlihat marah tanpa sebab di mata Amelia. “Apa kesalahanku?” Sekali lagi, gadis itu bertanya untuk ke dua kalinya. Bukannya menjawab, Dave menghunuskan tatapan tajam seperti pisau lipat yang sudah di asah. Dengan tatapan maut seperti dewa kematian itu, membuat Amelia merinding ketakutan. Di samping tampan, pria itu juga memiliki hawa pembunuh yang besar. “Apakah kau marah?” tanya Amel

