Bersama, kenangan

2020 Words

Tara menutup matanya saat angin menerpa kulitnya, ia merasakan udara segar dapat ia hirup bebas di sini. Tidak ada pikiran untuknya kabur dari lingkungan yang seperti mengekangnya, inilah kenapa Tara merasa yakin jika ia bisa melarikan diri ke tempat ini, saat tidak ada tempat lagi yang bisa Tara singgahi. "Ta ra." Tara membuka matanya saat panggilan itu menyapa telinganya. "Hm?" jawab Tara dengan deheman, Tara menatap sekitar. Lingkungan di tempat mereka saat ini masihlah asri, udara yang banyak mengeluarkan oksigen dan dapat Tara hirup dengan bebas. "Lo sudah izin tadi sama Om, Lo?" tanya Ihsan saat ia mengingat bahwa ke manapun Tara pergi ada Chandra yang ada di sampingnya. Dan hari ini, ia sama sekali tidak melihat Chandra. Tara berpikir cepat agar bisa mengelabuhi Ihsan. "Gue suda

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD