Aku dan kak Sarah menolehkan kepala untuk melihat wajah lelaki tua paruh baya yang berada di belakang. Beliau menyapa dan kak Sarah segera menurunkan tangan, dari pundak wanita misterius tersebut. "Nak, ngapain kamu di sini lewat tengah malam? Ini ruangan khusus, bukan tempat untuk bermain-main atau bersantai,"ucapnya tegas dengan raut wajah yang agak tegang. Tidak ingin bermasalah, aku melihat kak Sarah berusaha untuk menjelaskan tentang apa yang ia alami. Sebab, ia juga takut jika bapak tersebut salah paham terhadapnya, dan wanita yang tengah berada bersamanya. Setelah kak Sarah tuntas, bapak tersebut semakin terlihat bingung dan berpikir keras. Semua itu terlihat jelas dari sorot mata dan kedua alis yang menukik ke bawah. Kemudian suasananya menjadi pecah ketika pria paruh baya ters

