Baru saja merencanakan semuanya. Saat baru selesai makan malam, kak Sarah langsung dapat melihat penampakan yang menyakitkan. Semua itu membuatnya pusing dan hampir kehilangan kesadaran. Bukan tanpa alasan, kak Sarah melihat kolam darah dan mendengar raungan kesakitan yang luar biasa mengiris gendang telinga. Bahkan ia harus menutup kedua daun telinganya untuk bertahan. "Taniaaa!" pekiknya dengan wajah yang bergetar hebat. Lalu semua bayangan tentang kejahatan tante Rima, kembali berputar di otak dan kedua bola matanya. Kak Sarah berlari dengan tubuh yang sempoyongan. Ayah dan pak Antok pun berjalan cepat mengikuti langkah kaki yang tampak lincah tersebut. Setibanya di kamar, kak Sarah menunjuk ke arah ranjangnya. "Ada apa, Nak? Itu kan tempat tidurmu," kata ayah yang belum menya

