Sarah Dan Amarahnya

1329 Words

Tiga hari setelah tragedi malam yang begitu mengejutkan. Kak Sarah memintaku untuk pulang ke rumah. Sementara papaku dipindahkan ke rumah sakit yang tidak jauh dari kediamanku. Awalnya, aku menolak mentah-mentah. Sebab, sangat ingin bersama papa yang selama ini tidak pernah bisa aku sentuh. Jangankan menyentuh, menatap saja aku tidak pernah diizinkan. Namun, kak Sarah mengatakan bahwa yang terbaik bagiku adalah pulang ke rumah. Kata-katanya itu, persis seperti yang eyang uti bilang kepadaku. Demi menghargainya yang sudah menolong dan rela membantuku, aku mengikuti ucapannya. Lagipula, papa berada di ruang ICU dan mendapatkan perawatan terbaik. Lalu, kak Feli bilang, aku juga harus memahami banyak hal, agar bisa lepas dari semua masalah ini. Satu-satunya cara untuk menyelamatkanku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD