Tujuh hari berlalu setelah penglihatan kak Sarah malam itu. Ia tetap berharap semuanya hanya halusinasi semata. Apalagi hingga saat ini, semua baik-baik saja dan tidak ada masalah apa pun. Atau mungkin sebenarnya, ia sedang sangat merindukan Tania, kakaknya. Tapi di balik semua pemikiran yang bermain dan berputar-putar di otaknya. Kak Sarah melakukan penghitungan waktu dan hari secara sengaja. Ia memberi tanda silang pada kalender di dalam kamar dengan spidol merah. Kak Sarah menatap tajam. "Benar ... ini hari ketujuh," ucapnya dengan suara samar-samar dan mungkin hanya aku sendiri yang bisa mendengarkannya. 'Lusa adalah hari pertama pengenalan akademik. Aku sudah mempersiapkannya dengan baik, kecuali sepatu kuliah. Karena aku belum membelinya.' Kak Sarah berdiri di depan cermin dan

