Empat puluh dua

1029 Words

Rian melajukan mobilnya menuju rumah Akira, ia merasa sangat lega karena tidak akan ada lagi perdebatan yang terjadi di keluarganya, terutama antara Akira dan juga Widia. Rian sangat berharap, semoga kejadi yang lalu tidak akan terulang lagi, tidak ada lagi kecemburuan dari Widia maupun dari dirinya kepada Tristan yang justru akan membuat mereka renggang. Sementara itu, Akira dan Tristan masih saja sibuk memperbincangan perihal kehamilan dan juga tentang anak, bahkan keduanya masih sempat membahas tentang nama anak yang akan keduanya berikan nantinya untuk sang buah hati. "Sayang, nama yang cocok untuk anak kita, kamu udah pikirkan belum?" tanya Tristan. "Ih kamu tuh ya, hamil juga belum, jenis kelaminnya juga belum, ini udah nanya nama aja." protes Akira. "Banyak pasangan yang sudah m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD