Dua puluh tiga

1328 Words

Tanpa sadar, Rian menggandeng tangan Widia dan membawanya kembali ke rumah Widia. Dengan segala rencana yang sudah ia pikirkan saat medengarkan cerita Widia, ia memilih untuk memantapkannya dengan mengungkapkan apa yang sekarang akal sehatnya katakan tanpa ia ketahui apakah hatinya juga berkata demikian atau tidak. Namun pada akhirnya, akal sehat lebih memenangkan tubuh dan jiwa itu di bandingkan dengan hatinya. Mereka yang sedang sibuk membahas tentang pernikahan Widia, seketika terdiam saat melihat kedatangan Widia dan juga Rian. Semua bungkam, tak ada yang berani sepatah katapun saat mendapat tatapan dari Rian. Rian duduk yang di ikuti oleh Widia, lalu ia tersenyum kepada Riana dan juga Rinto. “Baiklah, aku berharap pernikahan bisa di laksanakan secepatnya. Aku sudah berbicara dengan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD