“Apa maksud kamu, Tan?” tanya Akira, detak jantungnya mulai berdetak tak karuan, ia merasa seolah darahnya mengalir lebih cepat. “Ya, keluarga ku pasti sudah tertidur, jadi tidak ada gunanya lagi kita pergi menemui keluarga ku malam ini” jawab Tristan. Akira terdiam, ia mulai merasa sesak di bagian d**a. Kalimat yang ia takutkan beberapa jam yang lalu, yang sudah ia lupakan setelah kedatangan Tristan, namun pada akhirnya harus ia dengar dari mulut Tristan sendiri. “Lalu, kapan kita akan bertemu dengan keluarga mu? Bagaimana dengan pernikahan yang sudah kita rencanakan?” tanya Akira lagi, ia mencoba untuk tetap tenang meski sebenarnya ia merasa kalau malam ini ia sedang di sambar petir di tengah malam. “Kita tidak akan bertemu dengan keluarga ku dan kita tidak akan pernah menikah” jawab

