Semua mata tertuju kepada Akira yang kini tengah berdiridi depan pintu. Dengan cepat Akira masuk ke dalam dan menghampiri Tristan yang kini tengah duduk di samping seorang wanita yang sama sekali ia tidak kenal. “Apa maksud semua ini, Tan? Sedang apa kau di sini? Apa yang sedang kau lakukan? Kenapa kammu duduk di sini bersama dengan seorang wanita, dan.. dan…” Akira tak mampu melanjutkan kalimatnya, ia benar-benar merasa jantungnya seolah berhenti berdetak. Saluran pernapasannya seolah sedang tersumbat sebuah benda yang sangat besar sehingga membuatnya merasa sesak. “Akira, darimana kamu mendapatkan alamat rumah ku?” tanya Tristan. “Itu tidak penting, aku hanya ingin bertanya sama kamu dan aku harap kamu menjawab ku dengan jujur. Siapa wanita ini dan ada apa ini? Inikah alasan mu memutu

