Aku membuka pintu kamar, membiarkan Andre mengikuti di belakangku. Dan saat aku berbalik lagi kulihat laki-laki itu tengah menatapku dengan mata hitam yang tampak mengawasi, ada senyum janggal di wajahnya membuat aku yakin kalau lelaki itu tengah mempertimbangkan sesuatu di kepalanya. "Ada yang ingin kamu katakan?" Aku bertanya saat mataku melirik jam dinding yang ada di atas kepala ranjang, sudah sangat larut untuk bicara. "Aku harus mandi, mungkin kita bisa bicara besok pagi." Lanjutku merasa badanku lengket dan juga Andre yang masih menatap aku dalam diam. Aku hendak menaruh tas di dekat meja rias saat kurasakan tangannya melingkar di pinggang ku, membiarkan wajahnya berada di ceruk leherku dan detik itu juga aku bisa mendengar hembusan nafas lembut yang memburu. Aku menggeliat, meras

