Dandy berdecak kecil, mengingat pertengkarannya dengan mama, tante dan omnya. Ketiga orang itu mencecarnya dan dia yang tidak takut sama sekali, bahkan berani menghadapi mereka seorang diri. “Mama sudah lebih baik, sudah ditangani di rumah sakit dan aku yang ikut mengantar dan memastikannya,” jawab Dandy. “Kamu pasti bertengkar.” “Ya, dia meminta aku menceraikanmu, aku tentu saja menolak, aku nggak mau bercerai, aku hanya ingin membuatmu bahagia bersamaku.” Dinda tersenyum hangat, memeluk Dandy erat dari samping, dan perasaannya yang tenang. Terlebih, ada banyak orang yang mendukungnya sekarang, tidak seperti dulu dia yang menghadapi masalah besarnya seorang diri, dan tidak satupun yang mempercayainya. “Bagaimana dengan anak kita, Hm?” tanya Dandy. “Setenang mamanya.” Dinda memanda

