Karena sudah menikah dan ingin hidup istri dan anaknya nyaman, Dandy sengaja membeli sebuah apartemen mewah di dekat kampus. Hampir satu bulan sejak menikah, Dinda dan Bassam tinggal di sana, dan Dandy yang harus mengatur hari menginap. Mamanya yang kambuhan sejak pulang dari Maladewa membuat Dandy yang sesekali harus menginap di rumah mamanya. Tidak masalah bagi Dandy dan dia cukup mampu menghadapi dua perempuan seusia, mamanya dan istrinya. Untungnya, istrinya yang mengerti dan memahami situasi sehingga tidak begitu haus perhatian Dandy, meskipun baru menikah. “Bagaimana keadaan mamamu, Sayang?” tanya Dinda suatu pagi, sambil memastikan kemeja Dandy yang bersiap ke kantor, sementara dia yang juga bersiap mengajar. Semalam dia hendak bertanya, tapi situasinya Dandy baru saja pulang dari

