Bab 71. Buah Cinta Telah Lahir

1010 Words

Dandy terkesiap, dia langsung beranjak dari tempat tidur dan menghubungi ambulan. Tersadar Dinda yang banyak mengeluarkan cairan dari dalam tubuhnya. “Dandy.” Dandy langsung sibuk, “Iya, Dok, saya tunggu.” Dia beralih ke Dinda. “Tunggu ya, Sayang. Kamu bisa tahan?” Dinda terbaring sambil memegang perutnya, dan mengangguk. “Aaah, Dandy.” “Sakit ya?” Dandy mulai panik. “Hahaha, nggak, Dandy. Kontraksinya bareng dengan orgasmeku, enaaak.” Dandy menggeleng tersenyum, di tengah kepanikan, Dinda yang justru masih sempat bercanda. “Aaaakh, hmmm.” Dinda berusaha tenang, menikmati gerakan kontraksi yang semakin hebat di perutnya. Dandy sudah siap berpakaian, mengambil tas-tas yang sudah dipersiapkan sebulan yang lalu. Dia lalu beralih ke Dinda dan membantunya berdiri dan berjalan ke lua

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD