Bab 48 : Keano?

1409 Words

"Alea, saya mau lagi." Alea menggeleng cepat dengan wajah frustrasi. "Enggak, Mas. Aku nggak mau." "Ayolah, Alea, satu kali ini aja." "Nggak mau, Mas." Alea tetap kekeh menggeleng. Jeje menghela napas berat. "Padahal pijatan kamu membuat saya tenang. Saya jadi bisa menunda, menunggu sampai kamu selesai menstruasi." Meskipun Alea sudah meminta agar Jeje berubah menjadi lebih santai saat berbicara. Tetap saja Jeje sering lupa dan kembali ke setelan bahasa formal nya. "Tapi jangan minta aku untuk memijat di sana!" ucap Alea sambil memejamkan mata. Jeje menahan tawanya sewaktu melihat wajah Alea yang memerah seperti udang rebus. "Em, justru saya suka sewaktu kamu memijat itu," ucap Jeje terdengar sambil menghela napas berat. Alea membuka mata lalu dia menggelengkan kepala me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD