"Apa maksud Papa dengan semua ini?!" Teriak Vera murka dengan Ardi suaminya, ia melempar map berisi data milik Dina. Ia baru saja menemukan map berisi data dari anak perempuan pengganggu rumah tangganya. Entah apa yang ingin suaminya lakukan sampai ia memiliki data itu. Ardi menatap istrinya dengan pandangan biasa saja, dia tidak akan mengalah lagi kali ini. "Kenapa? Ada yang salah?" Tanya Ardi menantang. Dia bukan suami takut istri, hanya saja kuasa ibunya yang membuatnya tidak bisa berkutik. Tapi tidak untuk kali ini, cukup selama ini ia menjadi anak penurut. Vera geram melihat suaminya yang terlihat tidak bersalah. "Bukannya papa sudah janji untuk melupakan anak sialan itu, hah!" Brak! Prang! Ardi menendang meja ruang keluarga, toples yang terbuat dari kaca berjatuhan. Menimbulka

